Original price was: Rp 85.000.Rp 78.000Current price is: Rp 78.000.
Penulis : Ibnu Alwaton Surya Waliden, S.H. dan Dr. H. Martoyo, S.H.I., M.H.
Editor: Badrut Tamam
Tebal : xii + 174 halaman
Ukuran : 14 x 20,5 cm
Kertas Isi : Bookpaper/HVS
Sampul : soft/doff
ISBN:
Kategori buku: Politik
Tahun terbit : 2026
Dua dekade setelah Reformasi 1998, demokrasi Indonesia kerap dirayakan sebagai sebuah keberhasilan prosedural. Pemilu berlangsung rutin, partai politik tumbuh subur, dan pergantian kekuasaan terjadi secara damai. Namun, di balik wajah formal demokrasi tersebut, tersimpan persoalan mendasar yang jarang dibicarakan secara jujur: merosotnya kualitas representasi politik, menguatnya oligarki, serta menipisnya kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi.
Buku ini mengajak pembaca untuk menengok kembali janji kedaulatan rakyat yang termaktub dalam konstitusi dan membandingkannya dengan realitas politik kontemporer yang kerap elitis dan transaksional. Dengan memadukan analisis hukum tata negara, teori demokrasi modern, dan data empiris dari berbagai survei nasional, buku ini membedah bagaimana partai politik yang seharusnya menjadi jembatan antara rakyat dan negara justru mengalami krisis legitimasi dan identitas.
Buku ini menawarkan refleksi mendalam tentang tantangan demokrasi modern di Indonesia: dari kemunduran demokrasi (democratic backsliding), korupsi politik, hingga lemahnya akuntabilitas kekuasaan dalam sistem presidensial. Pembaca diajak untuk memahami bahwa demokrasi tidak cukup diukur dari prosedur elektoral, tetapi dari sejauhmana kebijakan publik benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
Buku ini sangat layak dibaca oleh mahasiswa, akademisi, praktisi hukum dan politik, serta warga negara yang peduli pada masa depan demokrasi Indonesia.
| Weight | 0,3 kg |
|---|
Select at least 2 products
to compare