Sale!

Semiotika Utang dalam Budaya Rambu Solo’ Masyarakat Toraja: Akuntansinya di Mana?

Rp 75.000

Penulis : Chalarce Totanan
Editor : Dewi Kusumaningsih & Supriatnoko
Desain Sampul : Danis HP
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : xii + 90 halaman; 15 x 23 cm
Penerbit : BILDUNG

wws Cs Bildung Beli via WhatsApp
Compare
Category:

Description

Budaya rambu solo’ telah bermetamorfosis menjadi praktik ekonomi yang dibalut dengan budaya massa masyarakat Toraja. Jika dahulu ketika budaya rambu solo’ masih ada dalam naungan aluk to dolo (agama leluhur) yang ada adalah prinsip resiprokal murni. Prinsip saling membantu, saling menolong, dan saling menopang dalam kesusahan masih murni karena ikatan kekeluargaan yang kuat. Namun kini telah bergeser menjadi praktik utang dan memiutangkan materi yang dibawakan ketika upacara ritual rambu solo’ dilaksanakan. Meskipun demikian praktik ini masih kental dibalut dengan istilah sisonda siangkaran (berganti saling mengangkat dan membantu) karena bagaimanapun ada prestise di dalamnya.

Buku ini tidak hadir untuk menghakimi praktik utang yang terjadi dalam suatu pesta rambu solo’ saat ini. Melainkan untuk menemukan tanda, penanda, petanda, dan mitos yang ada dalam praktik utang rambu solo’ pada masyarakat Toraja. Diharapkan kehadiran buku ini bisa memberikan gambaran bagaimana masyarakat Toraja menciptakan mitos dalam utang budaya rambu solo’. Mitos dalam hal ini bukanlah mitos seperti dongeng. Namun mitos berdasarkan Barthes yang didapatkan melalui kajian semiotika. Buku ini mencoba membuka misteri akuntansi di balik utang dalam bingkai budaya rambu solo’.

Additional information

Weight 0,5 kg
X