Sale!

MENGOKOHKAN MODERASI BERAGAMA: BELAJAR DARI HARMONI MASYARAKAT MULTIAGAMA

Rp 48.000

Editor                   : Asy’ari, M.Ag
Tebal                     : xiv + 108 halaman
Ukuran                 : 15.5 x 23 cm
Kertas Isi              : Bookpaper 57 cm (BW)
Sampul                 : Soft doff
ISBN                      : 978-623-6379-96-7
E-ISBN                  : 978-623-6379-97-4
Versi Ebook        : Tersedia
Kategori               : Sosial Humaniora
Tahun terbit       : 2022
Penerbit              : Bildung

wws Cs Bildung Beli via WhatsApp
Compare

Description

Sebagai warga negara multikultural dan multirelijius, masyarakat Indonesia kaya akan keragaman dan sekaligus rentan akan konflik kultur dan konflik agama. Oleh karena itu, sikap moderasi beragama adalah entitas yang urgen untuk diinternalisasikan. Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, menggali faktor-faktor yang mendukung moderasi beragama masyarakat melayu Rama Agung, Cigugur dan masyarakat Jawa Sekaran. Kedua, menganalisa faktor moderasi beragama yang ada di kalangan masyarakat Rama Agung, Cigugur dan Sekaran. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif yang melibatkan beberapa orang tokoh agama dan tokoh masyarakat dari ketiga desa sebagai partisipan. Partisipan dipilih secara purposif. Data diakuisis menggunakan teknik observasi, dokumentasi, FGD, dan wawancara mendalam. Seluruh data yang diperoleh dianalisa secara interaktif yang komponen analisisnya meliputi kondensasi data, presentasi data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini menemukan lima faktor moderasi beragama di kalangan masyarakat Sekaran, yaitu sikap menjunjung tinggi asas kebersamaan, tradisi sosial keagamaan, tradisi sosial ke-NKRI-an, dn keluarga. Masyarakat desa Rama Agung menunjukkan tiga faktor moderasi, yaitu sikap menerima realitas perbedaan, mengesampingkan ekslusifitas yang menjadi penyekat kehidupan beragama, dan sikap menjunjung kerukunan hidup. Masyarakat Cigugur memiliki sepuluh faktor moderasi, yaitu keluarga, kesadaran masyarakat akan moderasi beragama, sikap saling menghargai, sikap toleransi, internalisasi sikap multikulturalisme, komunikasi yang terjalin dengan baik, tradisi sosial keagamaan, ikatan budaya, relasi sosial, dan interaksi dengan tradisi kultur. Selanjutnya, ada tiga faktor moderasi beragama yang terkuat, sikap menjunjung tinggi asas kebersamaan, sikap menerima realitas perbedaan, dan sikap saling menghargai. Ketiga faktor ini bersifat laten sehingga bisa diinternalisasikan, diregenerasikan, dan diaplikasikan lintas konteks.

Additional information

Weight 0,4 kg
X