Sale!

Deradikalisasi Agama: Pengembangan Multimedia Berbasis IT dalam Pembelajaran Moderasi Agama di Lembaga Pendidikan

Rp 40.000

Penulis                 : Dr. Nurul Anam, S.Pd.I., M.Pd., dan Hj. Sayyidah Syaekhotin, M.Pd.I
Tebal                     : xiii + 78 halaman
Ukuran                 : 14 x 20,5 cm
Kertas Isi              : Bookpaper 57 cm (BW)
Sampul                 : Soft doff
ISBN                      : 978-623-8091-34-8
Versi Ebook        : –
Kategori               : Pendidikan Islam
Tahun terbit       : 2023
Penerbit              : Bildung

wws Cs Bildung Beli via WhatsApp
Compare

Description

Di saat manusia memasuki era society 5.0, perkembangan dan pengaruh IT sangat massif dalam kehidupan manusia. Perkembangan IT ini tidak hanya memunculkan harapan dan dampak yang positif dalam kehidupan, tetapi perkembangannya juga memiliki potensi problematis yang sangat mengkhawatirkan. Di antara problematika tersebut adalah perkembangan IT digunakan oleh orang-orang yang berpaham radikalis untuk menyebarkan konten yang menyesatkan. Hasil penelitian LIPI menunjukkan fenomena sosial radikalisme disebabkan keberadaan media IT yang dibuat secara sistematis dan berisi kalimat kebencian dan me-liyan-kan kelompok. Ironinya, problematika radikalisme agama ini sudah menyebar ke dalam lembaga pendidikan. Penganut radikalisme agama menggunakan perkembangan IT dan pendekatan-pendekatan komunikasi yang halus dan dotrinatif, sehingga banyak siswa dan mahasiswa berpaham dan berkarakter radikalisme agama. Hasil penelitian BIN menunjukkan 24% mahasiswa dan 23,3% pelajar SMA sudah terpapar radikalisme. Hasil penelitian Maarif Institute Tahun 2017, penyusupan nilai-nilai radikalisme ke sekolah melalui alumni, guru, dan kebijakan sekolah. Hasil penelitian Riset Setara Institute, UIN Bandung dan Jakarta, UNIBRAW, UNIRAM, IPB, UI, UNAIR, ITB, UNY dan UGM terpapar paham radikalisme. Paham radikalisme dibawa oleh kelompok salafi-wahabi, tarbiyah, dan tahririyah.
Di tingkat lokal seperti di Kabupaten Jember, penyebaran paham radikalisme agama melalui media IT ini membuat masyarakat sangat resah. Di Kabupaten Jember, ada beberapa pesantren terindikasi menganut paham radikalisme agama. Beberapa santri dari salah satu pesantren tersebut banyak yang kuliah di PTKI di Kabupaten Jember. Data ini memperkuat hasil studi Direktur Komunikasi Polhukam Bambang Gunawan yang menyatakan bahwa Kabupaten Jember merupakan daerah yang masuk kategori zona rawan. Sebagai upaya untuk mengatasi atau meminimalisir masalah penyebaran radikalisme tersebut, Tim PkM IAI Al-Qodiri Jember melakukan upaya pendampingan kepada Komunitas HMPS prodi PAI IAI Al-Qodiri Jember melalui pengembangan multimedia berbasis IT pada pembelajaran moderasi agama yang terintegrasi dalam materi PAI. Pemilihan komunitas ini disebabkan: 1) kenyataannya banyak mahasiswa HMPS prodi PAI masih belum memahami sepenuhnya tentang moderasi agama dan paham radikalisme; 2) mahasiswa tersebut belum menguasai program IT untuk dijadikan media counter terhadap gerakan radikalis tersebut; dan 3) kerawanan paham radikalisme yang menyebar di Kabupaten Jember.

Additional information

Weight 0,3 kg
X